Rumus Dasar Akuntansi

Rumus Dasar Akuntansi

Halo Akuntansi – Belajar akuntansi itu ada rumus khusus yang sangat powerfull menurut saya. Rumus Dasar Akuntansi ini tergolong sangat mudah untuk di ingat namun membutuhkan logika penerapan.

Karena banyaknya yang kebingungan dengan rumus ini sehingga muncullah berbagai rumus-rumus yang menurut saya hanya membuat anda makin pusing dan semakin tidak mengerti.

Rumus akuntansi itu hanya satu dan tidak ada yang lain. Kalau pun ada yang mengatakan ada walau bunyi atau modelnya hampir sama maka saya katakan pada anda abaikan saja.

Terus Rumus Dasar Akuntansi itu bagaimana ?

Saya menyebut ini sebagai rumus tunggal Akuntansi. Secara jelas Rumus tersebut dapat anda lihat sebagai berikut :

HARTA = UTANG + MODAL

Nah inilah rumus dasar akuntansi. Tidak ada rumus lain, walau pun biasanya ada yang membuat seperti ini :

UTANG = HARTA-MODAL atau ┬áMODAL = HARTA – UTANG

Kedua rumus ini sama saja bila di bandingkan dengan yang pertama jadi tetaplah rumus dasar akuntansi pertama adalah rumus patokan.

Kenapa yang bagian atas merupakan rumus patokan karena Harta akan senantiasa Posisi Debet dan Utang serta Modal akan posisi kredit. (Pahami baik-baik yang saya bold).

Jadi rumus dari Harta = Utang + Modal adalah gambaran posisi dari item tersebut pada Laporan Neraca. Harta dalam Neraca Akan Posisi Debet Dengan Lawan Posisi Kredit Adalah Utang dan Modal

Sedangkan contoh 2 rumus yang di bawah juga benar namun merupakan hasil perhitungan matematika. Namun sayangnya dalam praktek akuntansi, kita tidak menggunakan perhitungan matematika umum. Jadi jangan terkecoh walau hasil perhitungan 2 rumus di atas benar secara matematika namun secara kaidah akuntansi rumus itu tidak ada prinsip penerapannya pada laporan apapun.

Ada pula yang membuat rumus dengan sedikit bumbu dan tambahan dimana digambarkan sebagai berikut :

Harta + Biaya = Utang + Modal + Penjualan

Secara umum rumus ini ada benarnya namun salah karena yang penting kita ketahui bahwa dalam laporan keuangan yang terakhir yang di hasilkan adalah Neraca.

Artinya laporan keuangan itu ada 3 + (1), terdiri dari

  1. Laporan Rugi Laba
  2. Laporan Harga Pokok Penjualan
  3. Laporan Neraca
  4. Laporan Arus Kas (+1)

Jika merujuk pada rumus “Harta + Biaya = Utang + Modal + Penjualan” maka ini akan menghasilkan semua laporan di atas (Kecuali laporan Arus Kas). Padahal pada akhirnya yang tersisa adalah laporan Neraca (Akhir), selain Neraca semua laporan di atas akan bersaldo Nol (0) kembali. Dengan demikian penerapan rumus Harta + Biaya = Utang + Modal + Penjualan di atas benar secara matematika namun tidak berlaku untuk akuntansi secara khusus.

Dan sebagai penutup, rumus HARTA = UTANG +MODAL adalah penjabaran akhir dari sebuah laporan keuangan yang saldonya tidak nol yaitu neraca.

Insya Allah dalam pembahasan berikutnya kita akan membahas mengenai Penerapan Rumus Dasar Akuntansi yang dilanjutkan dengan Praktek Persamaan Dasar Akuntansi.

Jangan lupa bagikan artikel ini guna membangun masyarakat cerdas akuntansi.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS