Memahami Sistem Pencatatan Akuntansi Perpetual dan Periodik

Memahami Sistem Pencatatan Akuntansi Perpetual dan Periodik

Halo Akuntansi – Umumnya, pencatatan akuntansi di perkenalkan dalam dua bentuk yaitu metode perpetual dan periodik. Kedua metode ini memiliki beberapa perbedaan yang signifikan.

Mungkin ketika kita mendengar sistem perpetual dan sistem periodik, bagi yang telah menjalani pendidikan jenjang universitas, bisa langsung memahami kedua sistem tersebut.

Namun bila kamu masih tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kamu akan bertanya mengenai hal tersebut. Ia, karena kurikulum yang di ajarkan untuk SMU dan SMK mengenai akuntansi akan berbeda.

Untuk sekolah SMU, kamu akan mempelajari akuntansi sistem perpetual, sedangkan SMK akan di ajari pencatatan akuntansi sistem periodik.

Nah, dalam kesempatan kali ini kami akan membahas dua sistem pencatatan akuntansi tersebut yaitu metode perpetual dan periodik.

Metode Perpetual

Sistem pencatatan perpetual adalah sistem pencatatan yang dilakukan secara terus menerus atas persediaan barang, yang mana barang masuk dan barang keluar langsung di catat kedalam pembukuan.

Artinya, ketika terjadi transaksi yang mempengaruhi persediaan barang, baik itu berupa pembelian, penjualan atau return, akan langsung di catat dengan menambah atau mengurangi persediaan barang dagangan.

Baca juga : Pengertian Transaksi dan Fungsi Bukti Transaksi Dalam Akuntansi

Metode pencatatan ini di kenal dengan metode buku. Adapun juga metode ini di kenal dengan nama metode Ikhtisar Pembelian, karena perhitungan akhir melibatkan akun pembelian dan tidak ada penyesuaian persediaan barang dagangan.

Metode Periodik

Sistem pencatatan Periodik adalah sistem pencatatan yang dilakukan dengan menghitung jumlah persediaan barang dagangan di akhir satu periode akuntansi.

Artinya, ketika terjadi transaksi yang mempengaruhi persediaan barang dagangan, akun persediaan barang dagangan tidak terpengaruh secara langsung. Namun pada akhir periodik, perhitungan secara fisik baru di lakukan untuk mengetahui nilai persediaan awal dan nilai persediaan akhir.

Metode ini juga di kenal dengan istilah Ikhtisar Rugi Laba, karena melibatkan perhitungan persediaan dalam pembuatan laporan Ikhtisar rugi laba.

Baca juga : Logika Akuntansi dan Penerapannya

Secara umum, perbedaan mendasar dari kedua metode sistem pencatatan akuntansi perpetual dan periodik dapat dijabarkan sebagai berikut :

Perbedaan Metode Perpetual dan Metode Periodik

Untuk melihat perbedaan paling mendasar dari kedua metode pencatatan akuntansi antara perpetual dan periodik dapat dilihat dari tabel berikut.

Perbedaan Metode Perpetual dan Metode Periodik

Dari perbedaan tiap sistem pencatatan Perpetual atau Periodik memiliki keunggulan masing-masing. Sistem periodik melakukan perhitungan yang lebih jelas di tiap akhir periode.

Sedangkan sistem perpetual, persediaan barang dapat di ketahui setiap saat tanpa perlu melakukan perhitungan dan pengecekan terhadap persediaan barang. Karena pencatatan persediaan selalu dibukukan dan di jurnal tiap ada transaksi barang masuk atau pun barang keluar.

Dalam kesempatan mendatang, kita akan membahas soal Contoh soal dari dua metode atau sistem pencatatan akuntansi ini.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !
  • 117
    Shares

COMMENTS