Kelompok Perkiraan Dalam Akuntansi

Kelompok Perkiraan Dalam Akuntansi

Halo Akuntansi – Setelah mengetahui logika akuntansi, selanjutnya kita akan membahas mengenai kelompok perkiraan dalam akuntansi. Kelompok perkiraan ini secara umum terdiri atas 6 kelompok perkiraan yang masing-masing mempengaruhi Laporan Neraca dan Laporan Ikhtisar Rugi Laba.

Semua perkiraan memiliki sebuah kode akun tersendiri, walau tidak mengikat tentang berapa kode akun-nya namun wajib pada setiap perkiraan memiliki kode akun.

Apa itu kelompok perkiraan dalam Akuntansi ?

Perkiraan atau biasa juga di sebut akun adalah pos-pos transaksi yang sering terjadi dalam sebuah kegiatan perusahaan yang mempengaruhi keuangan perusahaan dengan memberikan kode perkiraan sesuai dengan kelompok perkiraaan.

Sedangkan kelompok perkiraan adalah pengelompokan terhadap pos-pos transaksi yang terjadi yang memiliki sifat atau jenis transaksi yang sama dengan kode perkiraan yang menjadi acuan atas pos-pos perkiraan.

Sebagaimana kelompok perkiraan biasanya yang paling umum terdiri atas 6 kelompok perkiraan atau kelompok akun sebagaimana yang kami terangkan dalam penjelasan berikut :

Kelompok Perkiraan Dalam Akuntansi

#Harta

Kelompok pertama adalah kelompok harta yang merupakan bagian dari laporan neraca. Dalam kelompok perkiraan ini biasanya di bagi atas 2 jenis harta yaitu harta lancar dan harta tetap.

Menjelaskan harta lancar adalah pos-pos atau akun yang terjadi perubahan jumlah secara cepat dalam tiap bulan atau dalam tiap bulan pasti terjadi perubahan akan jumlahnya / saldonya.

Sedangkan harta tetap adalah harta yang jarang mengalami perubahan tiap bulan dan biasanya hanya di hitung dalam tahunan atau sekali siklus akuntansi atau satu masa priode (khusus untuk peralatan dan kendaaraan).

  • Logika akuntansinya : Jika bertambah di debet dan jika berkurang di kredit
  • Kode Kelompok Perkiraan : 100

#Utang

Utang merupakan bagian dari laporan Neraca yang termasuk salah kelompok perkiraan. Kelompok Utang biasanya terdiri atas pos-pos atau akun utang atau kewajiban pada pihak ketiga.

  • Logika Akuntansinya : Jika bertambah di Kredit dan jika berkurang di Debet
  • Kode Kelompok Perkiraan : 200

Baca Juga : Logika Akuntansi dan Penerapannya

#Modal

Modal merupakan salah satu kelompok perkiraan dalam akuntansi yang merupakan bagian dari laporan Neraca.

  • Logika akuntansinya : Jika bertambah di Kredit dan jika berkurang di debet.
  • Kode Kelompok Perkiraan : 300

KELOMPOK PERKIRAAN DALAM AKUNTANSI

#Penjualan / Pendapatan

Penjualan merupakan salah satu kelompok perkiraan yang mengakomodir semua pos-pos yang berkaitan dengan penjualan / pendapatan

  • Logika akuntansinya : Jika bertambah di Kredit dan jika berkurang di debet.
  • Kode Kelompok Perkiraan : 400

#Pembelian

Pembelian adalah segala pembelian untuk barang dagangan dan merupakan salah satu kelompok perkiraan yang terdiri atas pos-pos pembelian yang berkaitan dengan barang dagangan. Kelompok perkiraan ini tidak mengakomodir jenis pembelian selain barang dagangan.

  • Logika akuntansinya : Jika bertambah di debet dan jika berkurang di kredit
  • Kode Kelompok Perkiraan : 500

#Biaya

Biaya adalah kelompok perkiraan terakhir dimana merupakan pengelompokan atas berbagai biaya yang timbul dalam suatu kegiatan usaha.

  • Logika akuntansinya : Jika bertambah di debet dan jika berkurang di kredit
  • Kode Kelompok Perkiraan : 600

Intinya, kelompok perkiraan adalah kumpulan pos-pos atau akun atas transaksi dalam sebuah entitas / perusahaan.

Tulisan ini tidak menjelaskan tentang pengertian dari semua istilah tersebut diatas, karena untuk istilah kita akan masukkan dalam kategori Teori Akuntansi atau pengertian isilah akuntansi secara akademik.

Demikian informasi kali ini, mengenai jenis-jenis kelompok perkiraan dalam akuntansi, dan selanjutnya kita akan masuk pada pembentukan perkiraan dalam akuntansi untuk memulai menerapkan akuntansi dalam usaha atau bisnis yang sedang kita jalankan.

Terima kasih telah berkunjung, jangan lupa untuk membagikan artikel ini bila bermanfaat.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS (2)

  • comment-avatar

    gan kalo biaya lain2 itu punya nomor akun sendiri atau dicampu sama nomor akun biaya yang biasa

    • comment-avatar

      Biasanya di gabung dengan nomor akun biasa namun nomornya biasa di buat sedikit jauh dari nomor biaya terakhir, misalnya perkiraan terakhir adalah :

      614 Beban air, maka Biaya Lain-Lain langsung di tandai dengan Nomor 630. Jika ada akun biaya berikutnya setelah biaya lain, lain tinggal melanjut Beban Air 615.

      Supaya Beban lain-lain selalu berada dalam urutan terakhir !