Siklus Akuntansi Dan Cara Memahaminya

Siklus Akuntansi Dan Cara Memahaminya

Halo Akuntansi – Artikel kali ini kita akan membahas mengenai Siklus Akuntansi atau proses pembuatan sebuah laporan keuangan yang di mulai dari sebuah transaksi.

Siklus akuntansi sendiri bermakna sebuah proses pencatatan keuangan yang berawal dari transaksi keuangan yang menghasilkan sebuah laporan keuangan yang prosesnya terus berulang. Jadi kembali ini bukan pengertian secara akademik namun agar anda lebih memahami saja karena fokus kita di sini adalah tentang bagaimana belajar akuntansi dan praktek secara langsung.

Mengapa di katakan berulang ?

Karena proses pencatatan ini terus berulang sesuai dengan waktu atau siklus yang ditentukan. Terus berlanjut dan terung mengulangi kegiatan yang pernah dilakukan dengan dasar data siklus sebelumnya.

Dari gambar awal posting adalah gambaran sederhana dari siklus akuntansi namun jika saya menjelaskan lebih detail maka akan di hasilkan gambar seperti ini :

TABEL SIKLUS AKUNTANSI LENGKAP

TABEL SIKLUS AKUNTANSI LENGKAP

Mari kita jelaskan tentang tabel tersebut … !

Siklus akuntansi

Awal Siklus :

Siklus akuntansi di mulai pada proses transaksi yaitu sebuah tindakan perusahaan yang mempengaruhi keuangan dari perusahaan tersebut.

Dari kegiatan transaksi ini maka menghasilkan bukti transaksi yang di kumpulkan untuk di masukkan dalam jurnal.

Pencatatan :

Setelah bukti transaksi sudah ada maka di lakukan pencatatan atas transaksi tersebut pada jurnal. Secara umum biasanya yang dikenal adalah jurnal umum saja namun jurnal itu ada beberapa dimaksudkan untuk memudahkan pencatatan dan berikut ini adalah jurnal dalam akuntansi khususnya perusahaan dagang

1. Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas memuat semua transaksi yang mempengaruhi kas masuk. Di jurnal ini, biasanya tidak terlalu banyak item karena sumber uang masuk itu tidak terlalu banyak. Biasanya hanya dari penjualan dan penerimaan kas dari piutang.

Jurnal Penerimaan Kas ini mempengaruhi Buku Besar dan Buku pembantu Piutang.

2. Jurnal Pengeluaran Kas

Sebaliknya, jurnal pengeluaran kas akan memuat berbagai transaksi yang mempengaruhi kas keluar secara langsung. Biasanya jumlah item ini sangat banyak karena memuat berbagai transaksi bayar tunai oleh perusahaan.

Jurnal ini mempengaruhi buku besar dan buku pembantu utang.

3. Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian adalah jurnal yang di khususnya untuk mencatat pembelian yang dilakukan dengan cara kredit (non-tunai). Karena pembelian secara tunai sudah masuk dalam jurnal pengeluaran kas.

Jurnal ini mempengaruhi buku besar dan buku pembantu utang.

4. Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat atau men-jurnal penjualan secara kredit. Sama dengan pembelian, Penjualan tunai tidak di masukkan dalam jurnal ini karena sudah di catat dalam Jurnal penerimaan Kas.

Jurnal ini mempengaruhi buku besar dan buku pembantu piutang.

5. Jurnal Umum

Jurnal ini biasanya di gunakan untuk men-jurnal transaksi yang hanya mempengaruhi salah satu dari 4 jurnal di atas. Artinya terjadi sebuah transaksi yang tidak bisa di akomodir oleh salah satu jurnal di atas. Contohnya adalah Return pembelian, dimana return pembelian mempengaruhi jurnal pengeluaran kas atau jurnal pembelian namun tidak terjadi pengurangan utang atau pengembalian dana, karena yang ada hanya pemotongan atas utang perusahaan, demikian juga return penjualan. Jurnal ini juga biasa di pakai untuk Penyesuaian.

Penggolongan :

Buku Besar

Berbeda dengan melakukan penggolongan menggunakan langsung dari jurnal umum, biasanya buku besar akan di penuhi dengan transaksi, bila menggunakan 5 jurnal penggolongan di dalam buku besar akan lebih mudah dan maximal hanya di isi dalam 4-5 baris transaksi saja karena data bersumber dari 5 jurnal.

Buku Pembantu Piutang

Dalam buku besar tetap ada akun Piutang, namun fungsi dari buku pembantu piutang adalah memberi rincian siapa saja yang memiliki utang dan merincikan daftar satuan dari konsumen yang memiliki utang. Data ini harus sesuai dengan saldo pada Buku Besar, bila terjadi selisih maka periksa dan mencocokkan datanya.

Buku Besar Pembantu Utang

Kebalikan dari Buku Pembantu Piutang, Buku pembantu ini adalah untuk memberikan rincian terhadap kepada suplier mana kita memiliki utang khususnya utang dagang yang timbul karena pengambilan barang. Dalam buku besar tetap ada akun utang dan saldo akumulasi dari buku pembantu utang harus sama dengan saldo dalam buku besar.

Pengiktisaran :

Neraca Percobaan

Pembuatan Neraca Percobaan sebagai awal langkah pertama yaitu memasukkan semua saldo dalam buku besar ke dalam Neraca, memastikan semua sudah di jumlah dengan benar dan sudah seimbang antara akun kredit dan debet. Bila tidak sesuai berarti anda kesalahan pencatatan. bila sudah di anggap benar dan seimbang maka kita sudah menetapkan ini sebagai Neraca Percobaan Sebelum Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian :

Biasanya setelah menghasilkan sebuah neraca percobaan terkadang ada transaksi yang lupa untuk jurnal atau ada transaksi yang baru masuk setelah tanggal neraca percobaan, contoh, neraca di buat tanggal 30 ternyata ada pembayaran yang jatuh tempo hari itu. Atau ada informasi dari bank bahwa salah satu pelanggan melakukan pembayaran via bank yang baru di laporkan saat tersebut. Termasuk perhitungan atas persediaan barang dagangan pada posisi akhir (tanggal neraca percobaan)

Jurnal ini bisa saja mempengaruhi beberapa perkiraan di buku besar dan buku pembantu.

Neraca Lajur : 

Neraca lajur adalah neraca yang menghasilkan data informasi yang di gunakan sebagai bahan pembuatan laporan keuangan. Neraca ini memuat informasi mengenai Neraca Percobaan / Awal sebelum penyesuaian, kemudian kolom penyesuaian, neraca setelah di sesuaikan dan ikhtisar rugi laba serta kolom neraca.

Dari 5 Kolom di atas (Neraca Percobaan / Awal sebelum penyesuaian, kemudian kolom penyesuaian, neraca setelah di sesuaikan dan ikhtisar rugi laba serta kolom neraca) Kolom Ikhtisar dan Rugi Laba dan Neraca Akan berada pada posisi tidak Balance (seimbang) dimana selisih dari masing-maasing kolom akan berlawanan.

Misalnya selisih bila kolom ikhtisar rugi laba bersaldo debet maka kolom neraca akan bersaldo kredit demikian pun sebaliknya.

Dari Neraca Lajur ini nantinya yang akan dibuatkan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.

Pelaporan

Laporan Ikhtisar Rugi Laba

Untuk menguji Neraca Lajur dan informasi yang di sajikan maka dibuatlah Laporan Ikhtisar Rugi Laba. Laporan ini akan menganalisa dan memberikan informasi bahwa Laporan Rugi dan Laba dalam neraca lajur adalah benar sesuai saldo debet kredit yang di hasilkan.

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal akan memberikan informasi kepada kita tentang jumlah modal perusahaan saat itu, dimana saldo dari laporan rugi laba telah di tambahkan atau di kurangi pada akun modal perusahaan.

Demikian artikel Siklus Akuntansi Dan Cara Memahaminya, semoga anda bisa paham dan mudah-mudahan kita sudah bisa mulai prakteknya. Dan artikel selanjutnya adalah tentang Logika Akuntansi yang akan membuat kita untuk berfikir yang kurang lebih hampir sama dengan artikel Persamaan Dasar Akuntansi, jangan lupa bagikan artikel ini di laman sosial media kalian, Wassalam !

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS (2)

  • comment-avatar

    penjelasannya simple dan cepet dimengerti gan dari ada transaksi sampe bikin laporan cukup jelas gan, thanks gan

  • comment-avatar
    Lutfiah Yuliandini A September 13, 2018

    thanks ya, semoga bermanfaat.