Jenis Perusahaan Dalam Akuntansi

Jenis Perusahaan Dalam Akuntansi

Halo Akuntansi – Kali ini kita akan membahas mengenai Jenis-jenis perusahaan dalam akuntansi. Dimana tiap jenis perusahaan memiliki tingkat kesulitan pada praktek akuntansi-nya. Namun kembali saya sampaikan bahwa apa yang saya tulis di sini adalah pengertian bukan secara akademik, namun lebih pada pemahaman penulis mengenai perusahaan tersebut.

Dengan mempelajari jenis-jenis perusahaan maka kita dapat mengidentifikasi perusahaan atau bisnis yang sedang kita jalankan termasuk dalam jenis perusahaan apa dan berikut ini adalah Jenis Perusahaan Dalam Akuntansi.

1. Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa merupakan sebuah perusahaan di mana barang yang di tawarkan tidak tampak, namun yang terlihat adalah hasil semata. Artinya, perusahaan ini tidak memiliki persediaan barang dagangan, namun lebih banyak pada perlengkapan sebagai barang habis pakai.

Sebagai contoh beberapa jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa adalah, Konsultan, Service AC dan barang elektronik, Salon, Hotel, Bank dan lain sebagainya.

bila kita teliti, perusahaan yang bergerak dalam bidang ini tidak memiliki persediaan karena yang mereka jual adalah jasa yang tidak memiliki bentuk fisik namun kita hanya bisa melihat hasil dari produk yang mereka tawarkan.

Misalnya bengkel dico ketok magic, dimana tidak ada barang yang mereka jual selain dari jasa memperbaiki body kendaraan. Perlengkapan yang di gunakan juga banyak seperti cat, peluru las, amplas dan perlengkapan lainnya. Perlengkapan ini tidak bisa di masukkan sebagai barang dagangan walau jumlah dan harganya banyak karena bagian dari perlengkapan jasa yang kita tawarkan.

Namun sedikit berbeda dengan bengkel service yang menjual peralatan selain jasa service, namun tetap saja, pencatatan akuntansi mereka di buat terpisah antara bagian bengkel dan toko walau memungkinkan adanya sebuah penggabungan (Akuntansi-nya kita bisa bahas secara khusus dalam praktek).

2. Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang kemudian menjual kembali dengan menaikkan harga jual dari harga perolehan guna mendapatkan keuntungan. Perbedaan mendasar perusahaan dagang dari perusahaan jasa adalah pada adanya persediaan barang dagangan.

Sebagai contoh perusahaan dagang adalah Toko Pakaian, toko sembako dan sejenis mart-mart yang banyak tersebar di pelosok negeri ini.

Kita ambil contoh Toko Sembako, dimana biasanya untuk memperoleh barang, mereka membeli barang dan langsung menjual barang tersebut sebagaimana dalam bentuk fisik yang mereka beli. Perbedaan Laporan keuangan perusahaan Dagang dan jasa adalah hanya pada bagian Persediaan. Maka itulah sebabnya awal belajar akuntansi kita senantiasa di ajarkan akuntansi perusahaan jasa lebih dahulu ketimbang perusahaan dagang.

3. Perusahaan Industri

Bila perbedaan antara perusahaan jasa dengan perusahaan dagang adalah pada persediaan, maka berbeda dengan perusahaan industri / manufaktur adalah proses dari barang yang mereka beli. Perusahaan Industri atau manufaktur dalam proses bisnisnya biasanya membeli bahan baku kemudian di olah menjadi bahan jadi atau bahan pendukung untuk industri lainnya.

Sebagai contoh dari perusahaan ini adalah Konveksi pakaian, perusahaan pengolahan makanan, industri pakan dan lain-lain.

Sebagai contoh, Toko Pakaian membeli barang kemudian langsung di jual berarti ini adalah masuk dalam perusahaan dagang, namun bila usaha konveksi, yang dibeli adalah kain kemudian diproses dalam pembuatan pola dan jahitan yang menghasilkan pakaian. Artinya dalam perusahaan industri ada sebuah kegiatan pengolahan dari bahan baku menjadi bahan jadi atau setengah jadi untuk meningkatkan nilainya.

dari ketiga jenis ini perusahaan ini, hampir semuanya memiliki kesamaan dalam praktek akuntansi namun hanya terdapat sedikit perbedaan pada tiap jenis perusahaan jika kita bisa memahami ini :

  1. Bila anda menguasai akuntansi perusahaan manufaktur maka anda pasti menguasai akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang.
  2. Bila Anda menguasai akuntansi perusahaan dagang, maka anda akan mudah menguasai akuntansi perusahaan jasa tapi belum tentu bisa menguasai perusahaan industri kecuali mempelajarinya.
  3. Bila anda menguasai akuntansi perusahaan jasa maka untuk menguasai perusahaan dagang dan perusahaan Industri anda harus belajar lebih lebih ekstra.

Namun metode pembelajaran akuntansi sendiri itu sebaiknya di mulai dari perusahaan jasa karena perusahaan jasa adalah yang paling mudah untuk di pahami. Bila anda memahami perusahaan jasa maka untuk mempelajari perusahaan dagang anda tidak lagi perlu belajar dari awal karena hanya tinggal mempelajari tentang persediaan. Setelah memahami perusahaan dagang, anda tinggal mempelajari tentang persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi untuk menguasai akuntansi perusahaan industri / manufaktur.

Jika kita membuat sebuah sebuah hierarki atau susunan maka seperti ini bentuknya :

  1. Perusahaan Jasa : Akuntansi Jasa
  2. Perusahaan Dagang : Akuntansi Jasa + Persediaan
  3. Perusahaan Industri : Akuntansi Dagang + Persediaan Dalam Proses + Persediaan Barang Jadi

Maka dari itu untuk fokus pertama kita dalam blog Manajemen Power ini adalah tentang akuntansi perusahaan jasa. Bila kita sudah memahaminya kita akan masuk pada perusahaan dagang dan terakhir pada perusahaan industri.

Dan untuk itu mari kita belajar dan mencoba memahami terlebih dahulu mengenai praktek DASAR-DASAR AKUNTANSI

  1. Pahami Dulu dan baca Rumus dasar akuntansi
  2. Kemudian lihat dan baca Penerapan Rumus Dasar Akuntansi
  3. Lalu baca artikel tentang Memahami Persamaan Dasar Akuntansi
  4. Dan kemudian pahami Contoh Praktek Persamaan Dasar Akuntansi

Bila pemahaman kita sudah baik mengenai 4 point di atas maka kita akan melangkah pada praktek Akuntansi perusahaan jasa sebagai awal.

Demikian artikel kali ini mengenai Jenis Perusahaan Dalam Akuntansi, semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa bagikan semoga semakin banyak yang bisa paham mengenai praktek akuntansi.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS