Bukti Transaksi, Fungsi dan Jenisnya

Bukti Transaksi, Fungsi dan Jenisnya

Halo Akuntansi – Dalam kegiatan pembukuan atau praktek akuntansi, bukti transaksi adalah hal paling penting. Karena bukti transaksi adalah awal dimulainya sebuah siklus akuntansi. Namun sebelumnya mari kita pahami apa itu bukti transaksi terlebih dahulu.

Apa Itu Bukti Transaksi ?

Bukti transaksi adalah dokumen pendukung yang berisi data transaksi yang telah di buat setelah melakukan sebuah transaksi guna mendukung kegiatan pencatatan atau pembukuan keuangan

Apa Fungsi Bukti Transaksi ?

Fungsi utama dari bukti transaksi adalah sebagai alat perekam pertama terhadap transaksi sebuah perusahaan secara detail dan terperinci. Bukti transaksi ini berguna sebagai dokumentasi perusahaan mengenai segala kegiatan perusahaan yang terkait dengan keuangan yang mana bukti ini dapat di pertanggungjawabkan secara akuntansi.

Informasi apa yang ada di dalam bukti transaksi ?

Bukti transaksi memiliki beberapa informasi penting yang harus ada pada segala bukti transaksi sebagai bahan analisa pencatatan antara lain.

1. Nomor Bukti Transaksi

Mungkin bagi orang sangat sepele soal urusan nomor bukti transaksi, namun bagi tenaga keuangan, nomor bukti sangat wajib ada karena di pergunakan sebagai perekam untuk menelusuri sebuah catatan transaksi dalam sebuah pencatatan

2. Tanggal Transaksi

Setiap bukti transaksi harus di lengkapi tanggal sehingga pencatatan transaksi melalui proses pencatatan keuangan juga mempermudah penelusuran, bila terjadi pemeriksaan terhadap sebuah transaksi yang di anggap ganjil atau bermasalah. Adapun biasanya informasi tanggal pada beberapa kasus ada dua yaitu tanggal pemesanan dan pengiriman, maka tanggal yang di gunakan adalah sesuai tanggal saat dana tunai diterima sedangkan untuk non tunai adalah saat barang di kirim.

3. Nama Pengguna

Nama juga menjadi hal penting dalam bukti transaksi. tujuannya adalah untuk menganalisa sebuah proses transaksi apa ini transaksi keluar atau transaksi masuk (ntern atau ekstern). Bila nama yang tertera adalah atas milik perusahaan kita maka sudah di pastikan bahwa sedang terjadi transaksi keluar (pembayaran) sedangkan bila tercatat adalah selain mana perusahaan kita maka sudah di pastikan transaksi masuk (penerimaan)

4. Item / isi / keterangan bukti transaksi

Isi atau keterangan bukti transaksi akan memberikan informasi mengenai transaksi apa yang ada dalam bukti tersebut, karena perlu jelas, sebab banyak sekali pemasukan dan pengeluaran yang hampir sama, misal pembayaran rekening listrik, pembayaran rekening air dan pembayaran rekening telpon sebagai pengeluaran atau pembelian barang dagangan dengan pembelian perlengkapan. Jadi isi bukti transaksi harus benar-benar memberikan keterangan yang lengkap.

5. Nominal

Tentunya karena ini bukti transaksi yang berkaitan dengan keuangan, maka tentu harus ada angka nominal. Bukti transaksi tanpa angka nominal tidak bisa di sebut sebagai bukti transaksi keuangan kecuali bukti tersebut berkaitan dengan bukti lain yang telah lalu.

Jenis-Jenis Bukti transaksi

Setelah melihat berbagai informasi yang ada pada bukti transaksi diatas maka kita sudah sedikit memahami apa saja bukti transaksi itu, namun secara umum biasa bukti transaksi dapat berupa :

1. Nota (Debet / Kredit)

Nota merupakan sebuah dokumen yang biasanya berisi informasi sebagaimana kriteria bukti transaksi. Secara umum nota bisa memuat kegiatan transaksi secara tunai atau non-tunai (kredit), kebanyakan nota menggunakan tulisan tangan dan cap stempel.

2. Kwitansi

Kwitansi merupakan sebuah dokumen yang biasanya di gunakan untuk melakukan transaksi secara tunai. Jarang sekali kwitansi di keluarkan untuk melakukan transaksi kredit / non-tunai.

3. Slip / struk

Slip menjadi salah satu bukti transaksi yang banyak di gunakan, biasanya slip berisi informasi lengkap karena langsung di cetak melalui program khusus, contoh slip setoran dan pengambilan di bank, slip ATM, atau struk pembelanjaan pada toko yang telah di lengkapi sistem kasir. Termasuk juga untuk pembayaran rekening air, listrik dan telpon serta slip gaji.

4. Memo

Memo biasanya di keluarkan sebagai sebuah perintah oleh atasan pada bagian akuntansi yang tentu saja memo ini harus berisi informasi lengkap dan memenuhi syarat sehingga dapat di sebut sebagai bukti transaksi. Ada pula memo yang di kirim oleh mitra perusahaan biasanya memberikan informasi mengenai akunnya telah di debet atau di kredit oleh perusahaan tersebut, biasanya banyak memo jenis ini di kirim oleh pihak bank.

5. Faktur

Salah satu dokumen bukti transaksi yang lebih resmi dari nota yang biasanya informasinya cukup lengkap dan perbedaan dengan nota yang di tulis tangan, faktur lebih banyak telah di cetak secara elektronik.

6. Cek

Cek adalah salah satu alat bukti transaksi yang juga banyak digunakan dalam perusahaan.

Mungkin untuk jenis bukti transaksi ini, ada beberapa yang belum kami masukkan namun setidaknya 6 item sudah memberi gambaran tentang jenis-jenis bukti transaksi.

Baca juga : Memahami Persamaan Dasar Akuntansi

bila menurut teman-teman akuntansi lovers, bila masih ada bukti lain menurut sobat silahkan di tambahkan di kolom komentar.

Perlu untuk di ingat bahwa dalam blog ini kami hanya menyajikan informasi dasar, yang mungkin secara teori pendidikan / akademik tidak sama. Namun tujuannya utama kami bukanlah untuk membuat anda hebat dalam berteori dan menghafal berbagai istilah akuntansi secara akademik, namun lebih pada praktek akuntansi.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS