Memahami Persamaan Dasar Akuntansi

Memahami Persamaan Dasar Akuntansi

Halo Akuntansi – Setelah membahas mengenai rumus dasar akuntansi dan penerapannya, selanjutnya kita akan melangkah pada bagian terpenting dari pelajaran akuntansi yaitu mengenai persamaan dasar akuntansi. Dan ini adalah praktek pertama yang harus mampu di pahami oleh seorang calon akuntan karena menurut hemat saya bahwa siapa yang gagal dari praktek ini maka selamanya ia tidak akan mengerti mengenai akuntansi.

PENTING : Pahami dan Cermati persamaan dasar ini, jika anda tidak bisa lolos / tidak paham dengan persamaan dasar akuntansi ini maka selamanya anda akan pusing dan tidak akan mampu menghadapi praktek akuntansi.

Persamaan dasar akuntansi adalah sebuah praktek penyeimbangan antara debit dan kredit (balance / balancing) terhadap sebuah transaksi. Disini kita akan di minta untuk bermain dalam logika, dengan titik fokus pada Rumus Dasar Akuntansi. 

Artinya bahwa setiap terjadi transaksi, maka harus fokus kepada rumus ini yaitu melihat perkiraan / akun yang ada di dalam neraca terlebih dahulu.

Contoh, bila terjadi pembelian barang dagangan, Toko ADI membeli barang tunai senilai Rp. 25.000.000.

Fokus : Lihat terlebih dahulu pada perkiraaan / akun yang di pengaruhi dalam Neraca. Dari contoh tersebut di atas kita akan bermain logika, apa yang di pengaruhi dalam neraca ?. Fokus dulu ke neraca karena kita mengarah pada satu rumus yaitu rumus dasar akuntansi. Bila terjadi pembelian tunai maka yang keluar adalah uang tunai, dan uang tunai tentu ada dalam kas (bukan demikian). Kas berkurang berarti di kredit, maka kita akan menjurnal kas dengan posisi kredit.

  • Kas (Kredit) 25.000.000

Sekarang kita akan melihat apa yang di debet ??

Barulah kita mencari informasi mengenai apa yang di debet, karena ini adalah pembelian barang tentunya kita akan buka akun baru yang bernama “Pembelian Barang Dagangan” dan nantinya dalam jurnal akan kita Debet

  • Pembelian Barang Dagangan (Debet) 25.000.000

Maka kita akan memperoleh jurnal sebagai berikut :

  • Pembelian Barang Dagangan (Debet) 25.000.000
  • Kas (Kredit) 25.000.000

Demikian cara memahami rumus dasar akuntansi yang di kaitkan pada persamaan dasar akuntansi. INTINYA, fokuslah terlebih dahulu pada perkiraan yang di pengaruhi pada neraca ( sebagai aplikasi terhadap Rumus Dasar Akuntansi). Transaksi apapun mulailah dengan mengambil logika pada akun yang di pengaruhi di neraca.

Sama ketika terjadi pembelian non tunai. Contoh, Toko ADI membeli barang dengan cara non-tunai senilai Rp. 20.000.000.

Kita akan melihat dulu yang di pengaruhi pada neraca sebagai penerapan rumus dasar, pembelian non tunai, kita dapat barang tapi uang tidak keluar, perkiraan apa yang dipengaruhi pada neraca ??. Kalau demikian kita memiliki utang baru atas pembelian barang, berarti utang kita bertambah, maka di catat

  • Utang Dagang (kredit) 20.000.000

Sedangkan untuk perkiraan atau akun yang di debet sama dengan contoh sebelumnya yaitu perkiraan Pembelian Barang dagangan.

  • Pembelian Barang Dagangan (Debet) 25.000.000

Maka kita akan peroleh jurnal seperti ini :

  • Pembelian Barang Dagangan (Debet) 25.000.000
  • Utang Dagang (kredit) 20.000.000

Sebagai kesimpulan :

Persamaan Dasar Akuntansi merupakan praktek penyeimbangan antara debet dan kredit dengan memahami makna kata “persamaan” yang bermakna kedua sisi sama antara debet dan kredit dengan menggunakan Rumus Dasar Akuntansi sebagai acuan. (ini adalah makna bukan berdasarkan teori akuntansi namun cara saya menjelaskan kepada anda agar lebih mudah di pahami)

Jadi kita sudah memahami tentang persamaan dasar akuntansi, namun untuk lebih mudah silahkan pelajari urutannya dalam belajar akuntansi yaitu

  1. Pahami Dulu dan baca Mengenai Rumus dasar akuntansi
  2. Kemudian lihat dan baca penerapan Rumus Dasar Akuntansi
  3. Lalu baca artikel ini tentang cara Memahami Persamaan Dasar Akuntansi

Dalam kesempatan mendatang kita akan membuat sebuah contoh soal dan melakukan praktek persamaan dasar akuntansi agar lebih mudah di pahami.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS