Penerapan Rumus Dasar Akuntansi

Penerapan Rumus Dasar Akuntansi

Halo Akuntansi – Kali ini kita akan membahas mengenai penerapan rumus dasar akuntansi yaitu tentang Harta = Utang + Modal. Dan untuk memahami ini sebaiknya baca dulu tentang Rumus Dasar Akuntansi dalam artikel sebelumnya.

Pertama kita mulai dengan mengenal tentang apa itu Harta, apa itu Utang dan Apa itu Modal

Penulis memahami bagian dalam rumus akuntansi itu dengan cukup sederhana yang saya jabarkan sebagai berikut :

  1. Harta adalah segala aset kekayaan yang di miliki oleh perusahaan baik itu dalam bentuk uang tunai, tabungan, piutang, peralatan, dan inventaris termasuk tanah dan bangunan
  2. Utang adalah kewajiban perusahaan pada pihak ketiga
  3. Modal adalah kewajiban perusahaan pada pemilik perusahaan

Cukup singkat bukan?, tidak lah terlalu berbelit-belit dalam menjelaskan, cukup memahami ini sebagai bagian terpenting dari sebuah laporan Neraca. Karena ini hanya antara kekayaan perusahaan berbanding dengan kewajiban perusahaan.

Dan inilah rumus inti dari akuntansi, karena dalam proses akuntansi, hanya Neraca yang tidak memiliki saldo Rp. 0 (nol rupiah) pada akhir laporan.

Mari kita lihat penerapan Rumus tersebut dalam Neraca

NERACA PT MANAJEMEN POWER

NERACA PT MANAJEMEN POWER

Inilah salah satu alasan mengapa rumus ini adalah satu-satunya rumus akuntansi. Kalau ada rumus lain, maka tidak salah cuman rumus itu hanya untuk pengujian matematika dan tidak dapat di terapkan dalam laporan mana pun.

Contoh jika rumus-nya adalah Modal = Harta – Utang ?? Sejak kapan Modal ditulis dalam kolom debet ?? dan pada bagian laporan apa modal di tulis di kolom debet bila bersaldo debet ?? yang ada kalau modal bersaldo debet biasanya tetap dalam posisi kolom kredit kemudian di beri tanda minus atau dalam kurung.

Demikian juga rumus Utang = Harta – Modal, juga akan mendapatkan pertanyaan sama seperti di atas yaitu dimana pernah ada utang di tempatkan di kolom debet ??¬† dan apa pernah utang di saldo debet karena kelebihan membayar utang ?? Tidak … saldo utang tidak pernah diletakkan di kolom debet dan bila bayar utang kelebihan maka kita catat sebagai piutang yang merupakan kelompok harta.

Lalu bagaimana Penerapan Rumus Dasar Akuntansi

Untuk penerapan Rumus Dasar Akuntansi tentu kita harus melalui dengan praktek dengan melibatkan contoh soal. Dan berikut ini adalah contoh soal yang berkaitan dengan rumus akuntansi.

Tanggal 1 Januari 2018 Pak Adi memutuskan membuka usaha toko dengan modal uang tunai sebesar Rp. 250.000.000 sebai aset pertama

Dilihat dari transaksi itu diterapkan pada rumus akuntansi maka akan terlihat sebagai berikut :

Rp. 250.000.000 = Utang + Rp. 250.000.000

Jurnalnya :

  • Kas (debet) Rp. 250.000.000
  • Modal (kredit) Rp. 250.000.000

Lanjut contoh transaksi berikutnya :

Tanggal 2 Januari 2018 Pak Adi mendapat pinjaman dana dari Keluarga sebesar Rp. 200.000.000

Maka jika dilihat dari penerapan terhadap rumus dasar akuntansi maka akan menghasilkan seperti ini

Rp. 450.000.000 = Rp. 200.000.000 + Rp. 250.000.000

Jurnalnya :

  • Kas (debet) Rp. 200.000.000
  • Utang (kredit) Rp. 200.000.000

Jika dilihat melalui kolom neraca maka akan terlihat seperti ini :

NERACA Toko Pak Adi

NERACA Toko Pak Adi

Itulah contoh dari penerapan Rumus Dasar akuntansi.

Adapun yang mengembangkan rumus seperti ini

Harta + Biaya = Utang + Modal + Pejualan

Merupakan rumus pengembangan yang meng-cover semua laporan keuangan dari Neraca dan Laporan Rugi Laba. Secara penempatan Kolom (posisi), harta dan biaya sudah tepat berada dalam kolom debet begitu pun dengan Utang, Modal Penjualan yang ada pada sisi sebelah yaitu sisi kredit. Namun ini bukan merupakan rumus dasar tetapi hanya merupakan rumus pengembangan dari rumus dasar.

Semoga artikel ini membantu kita dalam memahami tentang Rumus Dasar Akuntansi, dan dalam artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai Praktek Persamaan Dasar Akuntansi. Jangan lupa bagikan artikel ini di akun sosial sobat semoga pengetahuan ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !

COMMENTS