Memahami Debet dan Kredit Dalam Akuntansi

Memahami Debet dan Kredit Dalam Akuntansi

Ini masih rangkaian dari tulisan Memahami Logika Akuntansi. Dalam beberapa transaksi dalam akuntansi memang ada beberapa posting yang membingungkan.

Misalnya ketika terjadi penjualan, adanya utang bank dan beberapa transaksi lainnya. Disnilah logika kita di minta untuk berfikir sebelum melakukan posting dan berikut ini adalah beberapa jenis posting yang kadang membingungkan.

Mari kita pahami dulu debet dan kredit secara akuntansi, bukan secara istilah.

Memahami Debet dan Kredit

Debet dan Kredit jika dijabarkan secara akuntansi dan secara istilah maka dapat dilihat sebagai berikut :

Memahami Debet secara Istilah dan Akuntansi

Secara Istilah : Debet berarti bertambah, dimana segala sesuatu yang bertambah maka berarti ia di debet

Secara Akuntansi : Debet adalah sebuah posisi kolom dimana debet tidak berarti berkurang atau bertambah namun menunjukkan sebuah posisi dalam kolom-kolom perkiraan akuntansi. Debet bisa saja berkurang juga bisa saja berarti bertambah.

Memahami Kredit secara Istilah dan Akuntansi

Secara Istilah : Secara istilah kredit adalah pengurangan atau mengurangi, artinya bila terjadi pengurangan maka berarti ia akan di kredit.

Secara Akuntansi : Sama seperti Debet, Kredit adalah sebuah kolom dalam akuntansi yang terdapat pada semua pos perkiraan dimana Kredit bisa saja berisi bila bertambah atau saat berkurang saldo sebuah pos perkiraan.

Bila disimpulkan Memahami Debet dan Kredit Dalam Akuntansi adalah debet atau pun kredit dalam akuntansi bukanlah sebuah simbol kurang dan tambah namun lebih tepatnya adalah kolom posisi dalam perkiraan akuntansi dimana debet bisa saja berarti di tambah atau di kurangi demikian pula dengan kredit yang bisa berarti bertambah atau berkurang.

Beberapa Pos Perkiraan yang terkadang membingungkan dalam praktek akuntansi mungkin bisa kita bahas diantaranya :

Penjualan Tunai dan Kredit

Penjualan Tunai

Tuan Ahmad melakukan penjualan barang dagangan secara tunai dengan jumlah sebesar Rp 1.250.000, buat jurnal dari transaksi Tuan Ahmad tersebut.

Dari transaksi di atas kita menemukan bahwa telah terjadi penjualan tunai sebesar Rp. 1.250.000. Secara logika, penjualan bertambah dan kas bertambah dan persediaan barang berkurang.

Ada 3 yang dipengaruhi dalam hal ini yaitu :

  1. Kas yang bertambah
  2. Penjualan yang bertambah
  3. Persediaan barang yang berkurang

Namun pada kenyataannya, pencatatan secara logika akuntansi, transaksi ini hanya mempengaruhi dua pos perkiraan. Kira-kira yang mana yang di pengaruhi?.

Pertama carilah apa ini mempengaruhi Kas ?? Apakah ada uang masuk atau uang keluar?? Ternyata ada uang masuk bukan ?? bila ia maka buatlah catatan kas lebih dulu.

Kas (D) 1.250.000

Sedangkan untuk posisi kredit, persediaan memang berkurang namun bukan itu yang dipengaruhi karena pencatatan untuk persediaan itu dilakukan pada akhir periode dengan melakukan perhitungan fisik atau laporan gudang / toko berdasarkan barang yang keluar.

Jadi yang dipengaruhi adalah penjualan yang bertambah. Ingat, bahwa dalam artikel logika akuntansi, penjualan bertambah maka akan di Kredit.

Penjualan (K) 1.250.000

Jadi jurnalnya secara lengkap adalah

Kas (D) 1.250.000
Penjualan (K) 1.250.000

Penjualan Kredit

Kita coba untuk merubah contoh transaksi di atas dimana Tuan Ahmad melakukan penjualan barang dagangan secara kredit dengan jumlah sebesar Rp 1.250.000.

Sama seperti penjualan tunai, kita lihat pada bagian mana yang dipengaruhi lebih dulu ?

  1. Penjualan Bertambah
  2. Persediaan Barang Dagangan Berkurang
  3. Piutang bertambah

Dengan prinsip yang sama bahwa persediaan itu di hitung di akhir periode maka jurnal yang tepat adalah :

Piutang Dagang (D) 1.250.000
Penjualan (K) 1.250.000

Utang

Ketika kamu mengambil utang baik pada perorangan atau pada bank untuk modal usaha kamu maka secara akal logika, utang kamu bertambah.

Misalnya Tuan Ahmad mendapat pinjaman modal dari bank sebesar 50.000.000 tanpa potongan, buatlah jurnalnya

Kita lihat tentang akun apa saja yang dipengaruhi ??

  1. Kas bertambah
  2. Utang Bertambah
  3. Modal bertambah

Bukan demikian, secara akal logika kita maka kita akan berpendapat demikian. Namun secara logika akuntansi pendapat ini bukan salah tapi kurang tepat.

Ketika terjadi utang maka pertama adalah lihat pos mana di bagian neraca yang dipengaruhi. Ternyata kas yang dipengaruhi, selanjutnya kita lihat bahwa bagian mana pada posisi kredit ? tentunya ini adalah utang maka yang di kredit adalah utang.

Mengapa bukan Modal ?? Karena modal hanya bisa berubah dengan setoran langsung dari pemilih dan dari hasil rugi laba usaha serta pengambilan prive.

Jadi jurnalnya adalah :

Kas (D) 50.000.000
Utang Bank (K) 50.000.000

Pembelian Barang Dagangan

Dalam usaha ada banyak jenis pembelian namun akun pembelian hanya fokus pada pembelian barang dagangan. Pembelian perlengkapan tidak masuk dalam akun perkiraan pembelian.

Ketika terjadi pembelian tunai maka secara akal logika ada 3 perkiraan yang dipengaruhi sebagaimana penjualan :

  1. Kas yang berkurang
  2. Pembelian yang bertambah
  3. Persediaan yang bertambah

Sedangkan bila pembelian kredit maka yang dipengaruhi adalah :

  1. Utang yang bertambah
  2. Pembelian yang bertambah
  3. Persediaan barang yang bertambah

Melihat perkiraan secara akal logika dari transaksi pembelian maka akan sangat membingungkan bila kita nalar dengan logika akal. Namun bila dengan logika akuntansi maka dapat di peroleh bahwa yang dipengaruhi hanyalah 2 akun saja.

Pembelian secara Tunai :

  1. Kas Berkurang (Kredit)
  2. Pembelian bertambah (Debit)

Pembelian secara kredit :

  1. Utang bertambah (Kredit)
  2. Pembelian Bertambah (Debet)

Pentingnya untuk memahami logika akuntansi dengan baik dan memahami Debet dan Kredit sebagaimana pembahasan di awal artikel ini sangat penting untuk menguasai akuntansi secara baik.

Untuk itu penting sekali untuk menghafal atau memahami tentang logika akuntansi. Hanya perlu memahami 6 kelompok perkiraan akuntansi saja. Yang secara logika Akuntansi sangat mudah untuk di ingat atau di pahami sesuai gambar diatas.

Demikian soal memahami debet dan kredit dalam akuntansi. Terima Kasih !

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !
  • 8K
    Shares

COMMENTS