Bentuk dan Jenis Neraca dalam Akuntansi

Bentuk dan Jenis Neraca dalam Akuntansi

Halo Akuntansi – Mungkin bagi kita yang tidak terbiasa dengan akuntansi, maka kita akan sedikit bingung ketika membahas neraca. Karena ada banyak sekali nama neraca yang biasa kita dengar. Seperti neraca awal, neraca percobaan dan berbagai neraca lainnya.

Namun sebenarnya neraca akuntansi hanya ada satu jenis namun proses siklus akuntansi menjadikan neraca di sebut sesuai dengan waktu prosesnya.

Sebelum kita bahas jenis-jenis neraca berdasarkan proses siklus akuntansi, ada baiknya kita lihat dulu bentuk-bentuk neraca.

Bentuk-bentuk Neraca dalam Akuntansi

Dalam akuntansi, bentuk neraca di perkenalkan dalam dua jenis yaitu bentuk scontro dan bentuk staffel. Secara jelas, bentuk neraca ini dapat dilihat sebagai berikut :

Neraca Bentuk Scontro

Neraca Bentuk Scontro
Neraca Bentuk Scontro

Neraca bentuk Scontro dikenal juga dengan istilah account form atau bentuk T. Susunannya di buat dalam sebelah menyebelah antara aktiva dengan vasiva.

Karena bentuknya sebelah-menyebelah, keterangan debet kredit tidak lagi di tampilkan karena pembagian kiri dan kanan sebagai penanda posisi. Kiri adalah Debet dan Kanan adalah Kredit.

Bentuk scontro inilah yang dijadikan laporan keuangan dan merupakan bentuk akhir dari Neraca dalam satu proses siklus akuntansi.

Neraca Bentuk Staffel

Neraca Bentuk Staffel
Neraca Bentuk Staffel

Neraca bentuk Staffel diperkenalkan sebagai Report Form yang memiliki susunan lurus kebawah seperti bentuk sebuah laporan. Posisi aktiva dan Vasiva disusun secara lurus kebawah dimana saldo masing-masing perkiraan diberi penanda Debet kredit.

Setelah mengetahui bentuk-bentuk neraca selanjutnya kita bahas soal jenis neraca berdasarkan prosesnya.

Jenis-jenis Neraca dalam Akuntansi

Dalam satu periode akuntansi, dikenal berbagai macam istilah neraca yang disebut berdasarkan waktu prosesnya. Ada beberapa neraca bila melihat waktu prosesnya. Berikut ulasannya.

Neraca Awal

Neraca awal adalah neraca pertama yang di gunakan dalam memulai satu periode akuntansi. Neraca awal adalah neraca yang di ambil dari akhir periode sebelumnya.

Jadi perlu di ingat bahwa ini adalah neraca akhir periode sebelumnya, berubah menjadi neraca awal untuk periode baru.

Bila perusahaan baru, maka neraca awal belum ada, karena belum memiliki laporan keuangan sebelumnya.

Neraca Percobaan

Setelah terjadi pencatatan transaksi pada buku besar, maka saldo buku besar di pindahkan ke dalam sebuah neraca baru. Bila di lihat dari prosesnya, secara matematik memiliki gambaran seperti ini

Neraca awal + Transaksi = neraca percobaan (Ini bukan rumus akuntansi, cuman gambaran matematik semata). Model ini pernah kami muat dalam artikel Contoh Buku Besar Perusahaan Jasa

Neraca percobaan ini akan masuk dalam worksheet (Neraca lajur) dan menempati posisi neraca awal dalam worksheet, beda dengan neraca awal untuk satu priode akuntansi.

Neraca Lajur

Neraca lajur adalah sebuah neraca yang digunakan untuk melakukan perhitungan dalam menghasilkan laporan keuangan. Dalam neraca lajur memuat banyak neraca.

Pada sisi terakhir dari neraca lajur menampilkan sebuah laporan Neraca yang telah di pisahkan dengan ikhtisar perkiraan rugi laba.

Neraca setelah disesuaikan

Dalam neraca lajur ada sebuah neraca yang di sebut neraca setelah di sesuaikan. Neraca ini memuat informasi terakhir seluruh transaksi dan telah di nyatakan fix atau selesai dalam pencatatan transaksi periode berjalan atas koreksi dan penyesuaian.

Neraca ini masih berisi semua akun perkiraan baik perkiraan untuk neraca atau untuk laporan rugi laba. Dan disinilah akhir penggabungan Neraca dan Rugi Laba dalam satu lembar kerja (worksheet).

Neraca dalam worksheet

Pada bagian akhir neraca lajur ada kolom neraca, posisi neraca ini tidak balance atau seimbang. Karena neraca ini sudah terpisah dengan akun-akun ikhtisar rugi laba yang juga tidak seimbang.

Selisih antara neraca dan Ikhtisar rugi laba jumlahnya harus sama dan menempati posisi selisih berbeda. Artinya begini, bila Ikhtisar Rugi laba selisihnya 2.000.000 dalam posisi debet maka Neraca akan memiliki selisih sebesar 2.000.000 dengan posisi selisih pada kolom kredit.

Neraca

Pada posisi ini, neraca ini adalah neraca yang di gunakan sebagai laporan keuangan. Dalam neraca ini sudah tidak ada lagi selisih. Debet kredit harus seimbang dan neraca ini pun di sebut sebagai neraca akhir.

Pada bagian neraca ini, perkiraan rugi laba sudah berubah sesuai bulan atau periode berjalan. Sehingga kita sudah tau posisi keuangan perusahaan apa rugi atau laba dalam periode tersebut.

Neraca inilah yang berubah menjadi neraca awal, ketika kembali memulai satu periode akuntansi. Inilah neraca yang di bawah di awal di atas.

Namun jangan bingung, pada dasarnya, Neraca itu hanya satu, yang membuat neraca berubah nama adalah posisi neraca saat di proses dalam satu siklus akuntansi.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan kita semakin memahami akuntansi khususnya soal neraca, terima kasih, jangan lupa bagikan.

Jangan lupa BAGIKAN, Terima Kasih !
  • 230
    Shares

COMMENTS